Mencipta Bahagia

Manusia merencanakan A, seperti membalik telapak tangan Allah membuat itu tak ada artinya, ia menyuguhkan kejadian B, kejadian yang tidak pernah terlintas menjadi rencana. Berbarengan dengan itu, emosi manusia juga ikut kocar-kacir. Tidak memperhitungkan sama sekali emosinya akan teraduk-aduk karena perubahan yang tiba-tiba. Dan aku di sini, merasa dipermainkan oleh emosi. Allah Maha Segalanya tentu […]

Continue reading →

Patah Hati

Sebelumnya sekadar untuk info saja, ini adalah postingan curhatan. Sebenarnya semua postinganku isinya juga curhatan, tapi sekarang aku akan lebih mengakui mengenai itu pada diriku sendiri. Juga mengakui bahwa curhatan dan yang kupikirkan tak pernah jauh-jauh dari keseharianku. Jadi, aku akan membuka pengakuan pada diriku sendiri dengan cerita soal aku yang berubah sikap dari yang […]

Continue reading →

Bara

Ada bara yang tertanam. Semakin hari semakin subur. Ditabur pupuk, disiram air. Ada bara yang mengendap. Seperti magma yang kian matang. Ada bara di sini. Kian merah, kian panas. Ada bara di sini. Akan meletus. Atau tetap tenang tapi merusak di dalam. Ada bara di hati. – – Jangan temui aku. Aku tak kan menemuimu. 21 November […]

Continue reading →

Pemakaman Ibu Tua

Lita berdiri mematung di depan gerbang pemakaman yang ramai. Pasalnya, ada seorang ibu tua yang meninggal pagi tadi dan baru dimakamkan sore ini. Tak seharusnya sesore ini sebenarnya. Hanya karena menunggu seorang anak yang belum pulang, keluarga yang berduka rela menanti hingga sore. Tapi apa mau dikata, ia tak datang, jejak langkahnya saja tak terdengar. […]

Continue reading →

Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya

Siapa yang tak mengenal pepatah ini: buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Aku merinding setiap kali otakku mengeja pepatah itu, aku gelisah dan ketakutan dengan kalimat itu. Siapa pencipta pepatah itu? Kenapa dia membuatnya? Itu seperti dia memukul rata bahwa semua anak akan mirip seperti orang tuanya. Tidak terpikirkah oleh si pencipta bahwa kalimat itu […]

Continue reading →

Ketika Perempuan tak Bisa Memilih

Sekali lagi aku merasakan sakit yang bukan hakku. Merasakan perih milik hati orang lain. Merasa dilukai walau tak ada yang memukulku. Ini menyakitkan dan menyebalkan. 3 hari yang lalu tanpa sengaja aku menyalakan channel televisi yang menyiarkan acara seorang muallaf perempuan yang kemudian menikah dengan lelakinya. Tanpa kehadiran dari keluarga pihak perempuan karena tak ada yang merestui kepindahan agamanya, […]

Continue reading →

Pergi Sajalah

Kamu menjadi pemarah akhir-akhir ini. Hal kecil pun bisa menyulut amarahmu. Bahkan ketika aku dalam keadaan sakit, amarah itu tidak surut, kamu masih sekeras itu. Aku bertanya-tanya, dari mana datangnya sikap barumu itu? Aku menundukkan kepalaku, memejamkan mata, mengatur nafas, dan menghitung 1 sampai 10 berkali-kali hingga pernafasanku kembali normal. Aku yang salah? Atau kamu yang […]

Continue reading →

Manusia Tumpah di Bumi

Banyak manusia yang tinggal di bumi ini. Dari yang baik sampai yang jahat, semuanya tumpah di bumi ini. Aku tak tahu aku masuk dalam kategori yang mana. Apakah aku baik? Jahat? Penakut? Pengecut? Munafik? Pendiam? Baik hati? Murah hati? Kejam? Aku tak bisa mengkategorikan golonganku yang mana. Sering aku melihat orang terdekatku melakukan hal yang […]

Continue reading →

Cinta

  Akhirnya aku merasakannya juga: “Kenapa aku selalu takut hatinya tersakiti, kenapa aku selalu khawatir ia akan menangis, kenapa aku selalu menyesal akan membuatnya menderita, jika sebenarnya dia seenaknya saja melakukan semua hal itu padaku.” Dulu aku selalu percaya cinta itu tidak ada yang menyakitkan. Bukan cinta jika itu membawa rasa sakit. Tapi sekarang, aku mengetahuinya. […]

Continue reading →